
Ketua Komisi XI (DPR RI) Mukhamad Misbakhun Bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (Dok. ANTARA Foto)
JAKARTA – Pemerintah terus mendorong penguatan posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas strategis melalui pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) atau Indonesia Commodity Exchange (ICOMEX).
Kehadiran ICOMEX menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem perdagangan komoditas yang lebih terintegrasi di dalam negeri. Pembentukan bursa ini juga diarahkan untuk mendukung tersedianya harga acuan komoditas yang dapat terbentuk di Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut peluncuran ICOMEX akan dilakukan bersamaan dengan pengesahan dua Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) yang mengatur penyelenggaraan serta peralihan tugas dan kewenangan pengaturan dan pengawasan transaksi bursa mineral dan komoditas strategis.
Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK, Sarjito, mengatakan izin operasional bursa ditargetkan dapat diterbitkan pada Januari 2027. Dengan target tersebut, transaksi perdana ICOMEX diharapkan dapat berlangsung pada 4 Januari 2027.
Pembentukan ICOMEX merupakan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Pemerintah juga mengaitkan pengembangan bursa ini dengan upaya membangun Indonesia Reference Price, sehingga harga acuan komoditas ekspor dapat semakin ditentukan melalui mekanisme perdagangan di dalam negeri.
Selama ini, perdagangan berbagai komoditas Indonesia masih memiliki keterkaitan dengan pasar dan bursa komoditas di luar negeri. Kehadiran ICOMEX diharapkan dapat memperkuat peran Indonesia dalam menentukan referensi harga komoditas strategis yang dihasilkan di dalam negeri.
Dalam tahap awal, timah disebut menjadi komoditas tambang strategis pertama yang akan diperdagangkan melalui ICOMEX. Sarjito menjelaskan timah dipilih karena komoditas tersebut telah lama diperdagangkan di bursa komoditas dan derivatif, termasuk melalui Jakarta Futures Exchange (JFX).
Pemerintah juga mendorong keterlibatan pelaku industri dan badan usaha terkait agar perdagangan komoditas strategis dapat berjalan lebih luas. Keterlibatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi dalam bursa sekaligus memperkuat transparansi perdagangan.
Dengan hadirnya ICOMEX, pemerintah berupaya membangun infrastruktur perdagangan komoditas strategis yang mampu mendukung terbentuknya harga acuan di dalam negeri. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekosistem perdagangan komoditas Indonesia di tengah dinamika pasar global.
