Menteri ESDM Kerahkan Tujuh Kapal BBM ke Bali, Cadangan Pertalite Ditargetkan 15 Hari

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia 

DENPASAR – Pemerintah memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Bali dengan menambah armada kapal pengangkut serta meningkatkan cadangan Pertalite hingga 15 hari. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi gangguan pasokan yang sebelumnya memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menyampaikan kebijakan tersebut setelah memimpin rapat koordinasi di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, Bali, pada Senin (19/10/2026).

Bahlil menjelaskan, jumlah kapal pengangkut BBM yang melayani distribusi ke Bali ditingkatkan dari tiga menjadi tujuh kapal. Penambahan armada tersebut diharapkan dapat mempercepat pengiriman BBM dari Jawa dan menjaga ketersediaan pasokan di Pulau Dewata.

Sebelumnya, distribusi BBM sempat terkendala keterlambatan kapal dan proses bongkar muat. Kondisi tersebut menyebabkan cadangan BBM di Bali sempat menurun hingga setara tiga sampai empat hari kebutuhan, sehingga antrean kendaraan muncul di sejumlah SPBU.

Untuk memperkuat ketersediaan pasokan, pemerintah juga meminta peningkatan cadangan BBM dari rata-rata 11–12 hari menjadi 15 hari. Pertamina Patra Niaga telah menambah pasokan Pertalite hingga total 48 juta liter melalui pengiriman yang dilakukan pada 7–17 Oktober 2026.

Selain penambahan kapal, upaya pemulihan distribusi dilakukan melalui penambahan 16 mobil tangki serta pengoperasian 66 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung selama 24 jam. Pemerintah juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait untuk mendukung kelancaran penyaluran BBM.

Gubernur Bali Wayan Koster turut memperpanjang penerapan sistem ganjil-genap kendaraan hingga 23 Oktober 2026, dengan evaluasi berkala untuk melihat efektivitas kebijakan dalam mengurai antrean di SPBU.

Bahlil menegaskan bahwa peningkatan cadangan menjadi 15 hari bukan berarti persediaan BBM akan habis setelah periode tersebut. Stok terus diperbarui melalui distribusi yang berjalan secara berkelanjutan.

Melalui penambahan armada dan penguatan cadangan ini, pemerintah bersama Pertamina berupaya menjaga kelancaran distribusi BBM agar aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata Bali dapat berjalan dengan baik.