Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Nasional

Menteri Keuangan Suahasil Nazara

JAKARTA – Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi nasional melalui berbagai kebijakan yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, penguatan daya beli masyarakat, serta pengembangan sektor produktif. Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi salah satu instrumen utama untuk mendukung program prioritas sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan fiskal.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa APBN memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan pemerintah. Belanja negara diarahkan tidak hanya untuk menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas akses layanan dasar, dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

“APBN hadir untuk memastikan prioritas pembangunan pemerintah dapat berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Kita tidak hanya berbicara mengenai angka dalam APBN, tetapi bagaimana setiap rupiah yang dibelanjakan negara dapat memperkuat kualitas manusia, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Suahasil dalam forum evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, 8 Oktober 2026.

Dari sisi perekonomian, pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen secara kumulatif pada Semester I 2026. Pemerintah juga terus berupaya menjaga stabilitas harga, memperkuat perdagangan, serta mendorong aktivitas industri di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pada September 2026, inflasi tercatat sebesar 3,28 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), masih berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen dengan toleransi satu persen.

Penguatan ekonomi juga dilakukan melalui peningkatan investasi dan pengembangan sektor strategis. Pemerintah mendorong hilirisasi sumber daya alam agar komoditas Indonesia memiliki nilai tambah lebih tinggi sebelum dipasarkan. Selain itu, pengembangan ekonomi hijau, energi bersih, dan infrastruktur digital turut menjadi bagian dari upaya menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Di sisi lain, pemerintah terus memperluas program yang menyasar kebutuhan masyarakat. Dalam bidang pendidikan, program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 56,99 juta penerima manfaat hingga 31 Agustus 2026. Sementara itu, program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 99,1 juta penduduk hingga September 2026. Program-program tersebut menjadi bagian dari penggunaan belanja negara untuk memperluas layanan dasar sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Kementerian Keuangan juga melaporkan bahwa hingga 30 September 2026, APBN menunjukkan peningkatan pendapatan negara dan belanja negara yang diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi serta agenda pembangunan. Pemerintah berupaya menjaga agar pelaksanaan program prioritas tetap berjalan dengan memperhatikan pengelolaan anggaran yang hati-hati dan kesinambungan fiskal.

Meski demikian, penguatan ekonomi nasional masih menghadapi tantangan, antara lain ketidakpastian geopolitik, perubahan harga komoditas global, dan dinamika pasar keuangan. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara dorongan pertumbuhan ekonomi, perlindungan daya beli masyarakat, dan pengelolaan anggaran negara.

Ke depan, pemerintah melanjutkan koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil untuk menjaga momentum pertumbuhan. Upaya ini diarahkan agar investasi dan kegiatan produksi terus berkembang, lapangan kerja semakin luas, serta manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah.