Data Center AI Rp3,5 Triliun Jatiluhur Berhenti Sementara, Pemprov Jabar Pastikan Proyek Sesuai Aturan

Proyek AI Data Jatiluhur Dihentikan Sementara Usai Sidak Dedi Mulyadi

PURWAKARTA – Pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dihentikan sementara. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan proyek tersebut tetap mendapat perhatian pemerintah, namun seluruh proses pembangunan harus memenuhi ketentuan yang berlaku.

Proyek data center yang dikembangkan BDx Data Centers melalui AI Campus 2 atau CGK4 itu memiliki nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun. Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas awal hingga 120 megawatt (MW) dan masih dapat dikembangkan hingga 640 MW.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, mengatakan Pemprov Jabar pada prinsipnya mendukung pembangunan dan investasi yang masuk ke wilayah Jawa Barat. Namun, proyek dengan skala besar tetap harus memperhatikan berbagai aspek, terutama pemenuhan persyaratan administrasi dan lingkungan.

Menurutnya, sejumlah persyaratan seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) harus dipenuhi sebelum pembangunan dilanjutkan. Proses perizinan tersebut berada dalam kewenangan pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pemprov Jabar tentunya mendukung semua upaya-upaya pembangunan yang ada di wilayah Jawa Barat. Namun memang ada beberapa hal yang kita juga concern terhadap kaidah-kaidah dan pemenuhan ketentuan-ketentuan yang berlaku karena ini skalanya cukup besar,” ujar Adi, Selasa (29/9/2026).

Penghentian sementara dilakukan karena proses penyusunan AMDAL proyek masih berlangsung. Pemprov Jabar meminta seluruh tahapan tersebut diselesaikan terlebih dahulu agar pembangunan dapat berjalan sesuai dengan aturan dan memperhatikan aspek lingkungan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga meminta proses penyusunan AMDAL dilakukan secara terbuka. Pemerintah ingin memastikan kajian lingkungan terhadap proyek tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan informasi yang jelas mengenai dampak pembangunan bagi kawasan sekitar.

Selain dokumen lingkungan, kebutuhan air untuk operasional data center turut menjadi perhatian. Fasilitas pusat data berskala besar membutuhkan sistem pendinginan untuk menjaga perangkat dan server tetap beroperasi secara optimal. Karena berada di kawasan Jatiluhur, aspek penggunaan air menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengembangan proyek.

Meski pembangunan dihentikan sementara, proyek tersebut tetap memiliki potensi untuk memberikan dampak ekonomi bagi Kabupaten Purwakarta dan Jawa Barat. Pembangunan data center ini diproyeksikan membuka sekitar 2.000 hingga 3.000 lapangan kerja secara bertahap, baik pada tahap konstruksi maupun saat fasilitas mulai beroperasi.

Kehadiran pusat data berbasis AI juga dinilai dapat memperkuat infrastruktur digital di Jawa Barat sekaligus mendukung kebutuhan komputasi untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan di Indonesia.

Pemprov Jabar menegaskan penghentian sementara bukan berarti menghentikan investasi. Pemerintah tetap membuka ruang bagi pengembangan industri teknologi, dengan memastikan seluruh persyaratan pembangunan, perizinan, dan lingkungan dipenuhi terlebih dahulu.

Setelah seluruh proses dan ketentuan yang diperlukan terpenuhi, pembangunan diharapkan dapat kembali dilanjutkan secara tertib. Pemerintah juga memastikan pengawasan terhadap proyek tersebut tetap dilakukan agar pengembangan teknologi dan investasi dapat berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan serta perlindungan lingkungan.