
Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia (kiri), bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) saat memberikan keterangan dalam konferensi pers satu tahun Danantara Indonesia Trust yang berlangsung di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta.
JAKARTA – Danantara Indonesia berkomitmen mengalokasikan dana minimal US$100 juta atau sekitar Rp1,7 triliun setiap tahun melalui Danantara Indonesia Trust (DIT) untuk mendukung program sosial di bidang kesehatan, pendidikan, serta air bersih dan sanitasi. Komitmen tersebut disampaikan dalam peringatan satu tahun Danantara Indonesia Trust di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
CEO Danantara Indonesia sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa pendanaan tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan nilai yang dihasilkan dari pengelolaan aset negara untuk mendukung berbagai kebutuhan sosial masyarakat.
“Danantara Indonesia mengelola aset negara untuk menciptakan nilai jangka panjang, dan melalui Danantara Indonesia Trust, sebagian nilai tersebut kami dedikasikan khusus untuk dampak sosial,” ujar Rosan.
Ia menjelaskan bahwa program yang didanai mencakup peningkatan akses pendidikan, pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, serta perluasan akses air bersih dan sanitasi. Pengelolaan program dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi pembangunan, dan mitra lainnya.
Di sektor kesehatan, salah satu dukungan pendanaan diarahkan untuk mempercepat program vaksinasi human papillomavirus (HPV) guna mencegah kanker serviks. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa Danantara Indonesia Trust telah menyetujui pendanaan sebesar Rp200 miliar untuk program tersebut. Dukungan ini ditujukan untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi yang sebelumnya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 15 tahun karena keterbatasan anggaran.
Selain vaksinasi HPV, Danantara Indonesia Trust menyetujui pendanaan sebesar Rp600 miliar untuk program beasiswa pendidikan dokter spesialis. Program ini berkaitan dengan upaya memenuhi kebutuhan dokter spesialis, khususnya di wilayah yang masih kekurangan tenaga medis. Daerah terpencil seperti Nias dan Papua Pegunungan menjadi contoh wilayah yang membutuhkan pemerataan tenaga kesehatan untuk menangani berbagai penyakit, termasuk stroke dan penyakit jantung.
Dukungan pendidikan dokter spesialis mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup selama masa studi. Program ini juga diarahkan untuk mendorong tenaga medis dari daerah agar dapat kembali dan berkontribusi dalam pelayanan kesehatan di wilayah asalnya setelah menyelesaikan pendidikan.
Di bidang pendidikan, Danantara Indonesia Trust menjalankan program Asa Nusantara yang menyediakan beasiswa bagi 800 mahasiswa program sarjana dan vokasi pada bidang sains, teknologi, teknik, matematika (STEM), serta ilmu kesehatan. Pelaksanaan program dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Andalas, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Hasanuddin.
Program beasiswa tersebut memprioritaskan mahasiswa yang memenuhi kriteria tertentu, seperti berasal dari keluarga berpenghasilan rendah, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah perdesaan atau terdampak bencana, mahasiswa generasi pertama dalam keluarga yang menempuh pendidikan tinggi, serta penyandang disabilitas. Selain biaya pendidikan dan biaya hidup, penerima juga memperoleh dukungan pengembangan kapasitas. Program ini direncanakan berlangsung selama empat tahun hingga 2030.
Sementara itu, untuk sektor air bersih dan sanitasi, Danantara Indonesia Trust bekerja sama dengan Plan Indonesia melalui program Air Setara. Program tersebut dirancang untuk menjangkau 156 desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Manggarai, dan Belu, Nusa Tenggara Timur. Sasaran penerima manfaatnya mencapai sekitar 230.000 orang atau 60.000 rumah tangga, termasuk 86.700 siswa di 867 sekolah serta 79 fasilitas kesehatan.
Air Setara berfokus pada perluasan akses air bersih, sanitasi, dan higiene dengan mempertimbangkan tantangan perubahan iklim. Pelaksanaannya melibatkan kemitraan dengan organisasi pembangunan untuk mendukung penyediaan sumber daya dan memperluas jangkauan layanan di wilayah sasaran.
Selain kedua program tersebut, Danantara Indonesia Trust bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan melalui program Bakti Sehat Nusantara untuk mendukung pengembangan tenaga medis dan tenaga kesehatan. Pada tahap awal, program ini menyediakan dukungan biaya pendidikan bagi 1.343 tenaga medis dan tenaga kesehatan, terdiri atas 358 penerima pada 2026 dan 985 penerima pada 2027.
Program tersebut melibatkan 70 puskesmas, 131 rumah sakit daerah, dan 25 rumah sakit vertikal. Cakupan program meliputi pengembangan kompetensi tenaga kesehatan hingga upaya mendukung penempatan dan keberlanjutan tenaga medis di wilayah yang membutuhkan.
Dalam pelaksanaannya, Danantara Indonesia Trust juga menekankan pentingnya tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan pendanaan. Rosan menyampaikan bahwa setiap program perlu dijalankan secara terarah dan terukur agar penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan serta sesuai dengan sasaran yang ditetapkan.
Alokasi minimal US$100 juta per tahun tersebut menjadi dasar pendanaan berbagai program sosial Danantara Indonesia Trust. Penggunaannya mencakup dukungan pendidikan, penguatan layanan kesehatan, serta penyediaan akses air bersih dan sanitasi melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga dan mitra pelaksana.
