Danantara Dorong Kinerja BUMN, Laba Naik dan Dividen Ditargetkan Rp200 Triliun

Danatara Indonesia

JAKARTA – Kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjukkan peningkatan setelah masuk dalam ekosistem pengelolaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Perbaikan tersebut tercermin dari kenaikan laba perusahaan hingga peningkatan setoran dividen kepada negara.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan transformasi pengelolaan BUMN mulai memberikan hasil yang terlihat. Ia menyoroti sejumlah perusahaan pelat merah yang sebelumnya mengalami kerugian, tetapi kini mampu mencatatkan keuntungan.

“Turn around-nya cepat sekali. Hampir semua BUMN kan rugi, tiba-tiba untung,” kata Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab, Kamis (17/9/2026).

Salah satu perusahaan yang disoroti adalah PT Timah Tbk. Prabowo menyebut keuntungan Timah pada semester I 2026 meningkat sekitar sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan kinerja juga terjadi pada sejumlah BUMN lainnya.

Laba BUMN Meningkat

JAKARTA – Kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjukkan peningkatan setelah masuk dalam ekosistem pengelolaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Perbaikan tersebut tercermin dari kenaikan laba perusahaan hingga peningkatan setoran dividen kepada negara.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan transformasi pengelolaan BUMN mulai memberikan hasil yang terlihat. Ia menyoroti sejumlah perusahaan pelat merah yang sebelumnya mengalami kerugian, tetapi kini mampu mencatatkan keuntungan.

“Turn around-nya cepat sekali. Hampir semua BUMN kan rugi, tiba-tiba untung,” kata Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab, Kamis (17/9/2026).

Salah satu perusahaan yang disoroti adalah PT Timah Tbk. Prabowo menyebut keuntungan Timah pada semester I 2026 meningkat sekitar sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan kinerja juga terjadi pada sejumlah BUMN lainnya.

Laba BUMN Meningkat

Sebelumnya, dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI pada 14 Agustus 2026, Prabowo memaparkan perkembangan laba BUMN. Laba BUMN tercatat sebesar Rp186 triliun pada 2024 dan meningkat menjadi Rp326 triliun pada 2025.

Kenaikan tersebut juga diikuti peningkatan dividen yang disetorkan BUMN. Pada 2024, dividen tercatat sebesar Rp85,5 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp142,3 triliun pada 2025.

Prabowo juga menyampaikan bahwa jika memperhitungkan Penyertaan Modal Negara (PMN), dividen BUMN secara neto meningkat dari sekitar Rp53 triliun pada 2024 menjadi Rp138 triliun pada 2025. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 160 persen.

Dividen Ditargetkan Rp200 Triliun

Untuk 2026, pemerintah memproyeksikan setoran dividen BUMN dapat mencapai Rp200 triliun tanpa adanya PMN. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi dividen pada tahun sebelumnya.

Prabowo menyebut peningkatan kontribusi BUMN tersebut menjadi salah satu hasil dari pembenahan manajemen dan tata kelola perusahaan. Pemerintah menilai pengelolaan yang lebih efektif dapat mendorong perusahaan negara meningkatkan keuntungan sekaligus memberikan kontribusi lebih besar kepada negara.

Di sisi lain, Danantara juga menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan jangka panjang. Keuntungan yang diperoleh tidak seluruhnya diarahkan untuk pembagian dividen, tetapi juga dapat digunakan kembali untuk investasi dan pengembangan bisnis.

Chief Investment Officer Danantara sekaligus CEO Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir mengatakan Danantara memprioritaskan reinvestasi keuntungan dalam lima hingga 10 tahun ke depan untuk meningkatkan nilai investasi dan imbal hasil jangka panjang.

Dengan peningkatan laba, efisiensi, dan strategi investasi tersebut, pengelolaan BUMN melalui ekosistem Danantara diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan setoran kepada negara, tetapi juga memperkuat kapasitas perusahaan dalam menjalankan ekspansi dan investasi strategis.