
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Dony Oskaria
JAKARTA – Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Danantara mempercepat restrukturisasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) untuk memperkuat kondisi keuangan dan meningkatkan kinerja bisnis perkebunan milik negara. Upaya pembenahan ini mulai menunjukkan hasil positif, dengan capaian EBITDA PTPN I sebesar Rp1,9 triliun pada tahun buku 2025.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan restrukturisasi dilakukan untuk memastikan perusahaan-perusahaan di lingkungan PTPN Group memiliki kondisi keuangan yang sehat dan mampu mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.
“Intinya kita ingin semuanya sehat. PTPN I sehat, PTPN IV sehat, SugarCo-nya sehat sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mengekspansi bisnisnya,” ujar Dony.
Menurutnya, pembenahan tidak hanya berfokus pada perubahan struktur organisasi, tetapi juga mencakup penataan aset, pengelolaan pembiayaan, serta penguatan hubungan bisnis ant perusahaan dalam grup. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban perusahaan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah optimalisasi sinergi antara entitas di PTPN Group, termasuk dengan PalmCo. Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan skema transaksi non-tunai atau non-cash, termasuk mekanisme set-off, untuk membantu menyelesaikan kewajiban dan memperbaiki struktur keuangan perusahaan.
Di sisi operasional, PTPN I berencana meningkatkan produktivitas sejumlah komoditas unggulan, terutama karet, teh, dan kopi. Peningkatan produktivitas tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing perusahaan sekaligus mengoptimalkan potensi bisnis perkebunan yang dikelola.
Restrukturisasi bisnis PTPN I ditargetkan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2027. Setelah proses tersebut berjalan, pembenahan operasional akan dilanjutkan agar setiap perusahaan dalam PTPN Group memiliki fondasi bisnis yang lebih kuat.
Dony menegaskan bahwa restrukturisasi harus menghasilkan perusahaan yang sehat dan mampu menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan. Karena itu, perbaikan kinerja perlu diikuti dengan pengelolaan perusahaan yang lebih efektif dan terukur.
Melalui langkah tersebut, BP BUMN dan Danantara mendorong penguatan kinerja perusahaan perkebunan negara agar mampu berkembang dan menghadapi tantangan industri. Perbaikan kondisi keuangan, peningkatan produktivitas, serta optimalisasi aset diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun bisnis perkebunan yang lebih kompetitif.
