
Jakarta – Creativillage 2026 menghadirkan beragam karya kreatif Indonesia, mulai dari desain, fesyen, hingga teknologi interaktif. Pameran yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, ini menjadi bagian dari rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, membuka rangkaian Creativillage pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku industri kreatif untuk memperkenalkan karya sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha dan mitra dari berbagai negara.
Creativillage menampilkan karya dari sejumlah subsektor ekonomi kreatif, seperti arsitektur, desain, fesyen, film, musik, dan gim. Pameran ini dibagi ke beberapa lokasi di kawasan SCBD, dengan beragam karya dan aktivitas yang dapat dinikmati pengunjung.
Salah satu karya yang ditampilkan berasal dari FUGUKU, jenama fesyen lokal yang menghadirkan produk wearable art menggunakan poliester daur ulang dan teknik jumputan. Proses pembuatannya melibatkan sekitar 70 perajin perempuan di wilayah Jabodetabek. Karya tersebut memperlihatkan perpaduan antara kreativitas fesyen dan pemanfaatan material berkelanjutan.
Di bidang teknologi, pengembang gim lokal Running Train turut memperkenalkan gim simulator kereta api dengan latar Indonesia dan Jepang. Gim tersebut menawarkan visual fotorealistis yang memberikan pengalaman bermain menyerupai aktivitas seorang masinis.
Selain memamerkan karya, Creativillage juga menjadi ruang pertemuan bagi kreator, pelaku industri, dan calon mitra usaha. Melalui kegiatan ini, para pelaku ekonomi kreatif memiliki kesempatan untuk memperluas jaringan, memperkenalkan produk, serta menjajaki peluang pengembangan bisnis.
Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan WCCE Weekland pada 24–25 Oktober 2026 di SCBD Park. Agenda ini menghadirkan bazar kreatif, instalasi seni, pertunjukan musik, dan kegiatan komunitas.
Melalui Creativillage 2026, masyarakat dapat mengenal lebih dekat karya dan inovasi anak bangsa dari berbagai bidang. Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan potensinya kepada masyarakat internasional.
