55.451 Sekolah Direvitalisasi, Pemerintah Perkuat Akses Pendidikan di Indonesia

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti

JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat pemerataan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia melalui program revitalisasi dan pembangunan satuan pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat, sebanyak 55.451 sekolah telah dijangkau program tersebut sepanjang 2025–2026 hingga 20 Oktober 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan fasilitas belajar yang lebih layak, meningkatkan kenyamanan peserta didik, serta mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah. Capaian tersebut disampaikan Kemendikdasmen dalam evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan capaian tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan perbaikan layanan pendidikan secara berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian angka, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran bagi seluruh peserta didik.

“Dua tahun pertama ini merupakan periode penting untuk membangun fondasi pendidikan bermutu bagi semua,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan yang disampaikan pada 27 Oktober 2026.

Berdasarkan data Kemendikdasmen, pada 2025 program revitalisasi dan pembangunan telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan, melampaui target sebanyak 10.440 satuan pendidikan. Sementara itu, hingga 20 Oktober 2026, program tersebut telah menjangkau 39.284 satuan pendidikan dari target 31.744 sekolah.

Pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui skema swakelola dengan penyaluran dana langsung kepada satuan pendidikan. Mekanisme ini turut membuka peluang keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam proses pembangunan. Program tersebut tercatat melibatkan lebih dari 58 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menyerap sekitar 238 ribu tenaga kerja.

Selain memperbaiki fasilitas sekolah, pemerintah juga memperkuat akses pembelajaran melalui digitalisasi pendidikan. Hingga periode pelaporan, sebanyak 2.389 sekolah telah memperoleh akses listrik dan 8.152 sekolah mendapatkan akses internet. Upaya ini diharapkan dapat membantu sekolah, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap sekolah yang terdampak bencana. Di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, revitalisasi telah menjangkau 3.134 dari 3.178 sekolah sasaran. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 triliun untuk mendukung pemulihan layanan pendidikan di ketiga provinsi tersebut.

Melalui revitalisasi sekolah, pembangunan fasilitas pendidikan, dan digitalisasi pembelajaran, pemerintah berupaya memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat. Ke depan, keberlanjutan program tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi peserta didik di berbagai wilayah Indonesia.