
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun
JAKARTA – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan investor dan memperkuat pasar modal Indonesia di tengah usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Perhatian tersebut muncul setelah MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Misbakhun menilai Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang didukung oleh kekuatan masyarakat, ketahanan pangan, dan ketahanan energi. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi tekanan ekonomi dan dinamika pasar keuangan global.
“Kita punya daya tahan yang sangat kuat, kita punya ekonomi yang sangat lincah. Dan tentunya ini menjadi sebuah kekuatan sendiri,” ujar Misbakhun.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi dan pemantauan pasar modal secara berkelanjutan. Menurutnya, proses pembenahan perlu dilakukan secara serius agar kepercayaan investor domestik, regional, maupun global terhadap bursa saham Indonesia dapat terjaga.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah upaya memperkuat tata kelola pasar modal agar sesuai dengan standar internasional. Transparansi kepemilikan saham, keterbukaan informasi, dan konsistensi penerapan aturan menjadi aspek penting dalam mendukung pasar modal yang sehat serta memberikan kepastian bagi para investor.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa DPR terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap perkembangan pasar modal Indonesia. Ia juga meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan perbaikan dengan memperhatikan masukan dari lembaga indeks internasional, termasuk MSCI.
“Kami memonitor serta meminta kepada bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan,” kata Dasco.
Pernyataan tersebut disampaikan Dasco setelah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait di Bursa Efek Indonesia pada 16 Oktober 2026. Pertemuan itu turut melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Danantara untuk membahas perkembangan serta langkah pembenahan pasar modal.
Upaya perbaikan pasar modal menjadi penting karena kepercayaan investor turut dipengaruhi oleh kualitas tata kelola, transparansi, dan kepastian regulasi. Karena itu, koordinasi antara DPR, pemerintah, OJK, dan BEI diperlukan agar proses reformasi dapat berjalan konsisten serta menjawab persoalan yang menjadi perhatian pelaku pasar.
Di sisi lain, penguatan pasar modal juga perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga ketahanan ekonomi nasional. Aktivitas dunia usaha, konsumsi masyarakat, dan perkembangan sektor riil merupakan bagian penting dari perekonomian yang turut memengaruhi iklim investasi.
Melalui fungsi pengawasan, DPR mendorong agar pembenahan pasar modal terus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor sekaligus mendukung perkembangan pasar keuangan yang transparan dan berdaya saing di tingkat global.
