Prabowo Dorong Pengembangan Genteng Ringan untuk Rumah di Daerah Rawan Gempa

Presiden Prabowo Siapkan Genteng Ringan untuk Rumah di Daerah Rawan Gempa

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan material atap yang lebih ringan untuk rumah-rumah di wilayah rawan gempa. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif genteng konvensional yang memiliki bobot lebih berat.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, kebutuhan genteng ringan muncul karena masyarakat di sejumlah daerah rawan gempa selama ini cenderung memilih atap seng yang bobotnya lebih ringan.

“Bapak Presiden sedang mengupayakan untuk mencari bahan genteng, tapi dari bahan yang ringan,” ujar Tito saat pelepasan pengiriman genteng di Plered, Purwakarta, Jumat (2/10/2026).

Tito menyebut salah satu material yang tengah dipertimbangkan adalah serabut kelapa yang dapat diolah menjadi genteng. Menurutnya, pengembangan tersebut masih dalam proses pengerjaan dan diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan atap untuk wilayah yang memiliki risiko gempa.

Pengembangan genteng ringan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mencari material atap yang tetap memiliki bentuk dan fungsi seperti genteng, tetapi dengan bobot yang lebih rendah. Hal tersebut penting mengingat genteng tanah liat tidak selalu sesuai digunakan di wilayah dengan tingkat kerawanan gempa tinggi.

Sementara itu, pemerintah tetap mendorong penggunaan genteng tanah liat di wilayah yang relatif aman dari gempa. Program Gentengisasi juga diarahkan untuk menghidupkan kembali sentra produksi genteng sekaligus memperkuat peran UMKM pengrajin lokal.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah telah mengirimkan 500 ribu genteng produksi pengrajin lokal dari Plered, Purwakarta, menggunakan 125 truk. Pengiriman tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Program Gentengisasi yang didorong pemerintah.

Di sisi lain, pengembangan genteng ringan juga sejalan dengan riset mengenai material atap yang lebih aman untuk wilayah rawan gempa. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelumnya mengembangkan genteng komposit berbasis biomassa yang dirancang lebih ringan namun tetap memiliki kekuatan mekanis.

Pemerintah berharap pengembangan material atap tersebut dapat memberikan pilihan yang lebih sesuai bagi masyarakat di daerah rawan bencana, sekaligus mendukung penggunaan produk dalam negeri dan penguatan industri serta UMKM pengrajin genteng.