
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria
JAKARTA – Danantara Indonesia memastikan proyek LRT City yang dikembangkan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) akan kembali dilanjutkan. Proyek tersebut akan ditata ulang, mulai dari desain bangunan hingga model bisnis, sebagai bagian dari upaya mempercepat penyelesaian pembangunan dan memberikan kepastian kepada konsumen.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan keputusan untuk melanjutkan proyek tersebut telah dibahas secara internal. Pembangunan LRT City ditargetkan kembali berjalan mulai 1 Oktober 2026.
“Nomor satu keputusannya kita akan meneruskan project ini. Kita akan hire arsitek baru untuk melakukan proses,” ujar Dony di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Dony menjelaskan, penataan ulang akan mencakup sejumlah bagian proyek, termasuk fasad bangunan dan area komersial. Danantara juga akan melibatkan arsitek baru untuk membantu merancang kembali konsep pembangunan.
“Fasadnya akan kita ubah, begitu juga desain bisnis model, termasuk komersial area-nya,” kata Dony.
Menurut Dony, proyek LRT City masih memiliki potensi untuk dikembangkan karena didukung aset berupa lahan yang memiliki nilai dan berada di lokasi strategis. Karena itu, penataan kembali tidak hanya ditujukan untuk menyelesaikan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan proyek memiliki model bisnis yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
Selain pertimbangan bisnis, kelanjutan proyek juga berkaitan dengan kepastian bagi masyarakat yang sebelumnya telah membeli unit hunian di kawasan LRT City. Danantara menyatakan penyelesaian proyek menjadi bagian dari tanggung jawab kepada konsumen yang masih menunggu kepastian pembangunan.
Dony menegaskan keputusan melanjutkan proyek tersebut tidak hanya mempertimbangkan aspek komersial. Pemerintah juga memperhatikan kepentingan konsumen yang telah membeli dan menunggu penyelesaian hunian.
“Saya berharap keputusan kita ini keputusan yang baik. Ini keputusan yang memang tidak hanya sekadar komersial,” ujar Dony.
Sebelumnya, Danantara telah menyiapkan dukungan pendanaan sebesar Rp456 miliar untuk melanjutkan pembangunan proyek-proyek LRT City yang dikembangkan ADCP. Dana tersebut direncanakan untuk mendukung penyelesaian pembangunan di 12 lokasi.
Dengan penataan desain, model bisnis, serta dukungan pendanaan tersebut, Danantara mengarahkan proyek LRT City agar dapat kembali berjalan dengan konsep yang lebih terstruktur. Pemerintah juga menargetkan penyelesaian proyek dapat memberikan kepastian bagi konsumen sekaligus menjaga keberlanjutan aset yang dimiliki perusahaan.
