
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani
JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus memperkuat pengelolaan sumber daya mineral strategis sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah industri nasional sekaligus memperluas peluang investasi global. Langkah tersebut salah satunya dilakukan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang mendorong kerja sama dengan mitra internasional.
Terbaru, Danantara membahas peluang kolaborasi di sektor mineral strategis bersama CITIC Group, termasuk dengan Holding Industri Pertambangan MIND ID dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Pembahasan tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan kerja sama yang mencakup tiga sektor utama, yakni permodalan (capital), sumber daya (resources), dan infrastruktur.
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa pada sektor resources, pihaknya membahas peluang kolaborasi bersama CITIC Resources, MIND ID, dan Inalum untuk memperkuat pengelolaan serta pengembangan sumber daya mineral strategis Indonesia.
Selain sektor sumber daya, Danantara juga menjajaki kerja sama pada bidang permodalan bersama China Securities. Sementara itu, pembahasan di sektor infrastruktur melibatkan CITIC Construction dan BOPPJ, termasuk peluang pengembangan sejumlah proyek infrastruktur.
Langkah tersebut sejalan dengan strategi investasi Danantara yang menempatkan mineral sebagai salah satu sektor strategis. Danantara menyebut pengelolaan mineral diarahkan untuk mengoptimalkan nilai sumber daya nasional melalui pengolahan hilir dan praktik pertambangan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Pemerintah juga sebelumnya membuka peluang untuk memperluas cakupan komoditas strategis yang dikelola PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Perluasan tersebut dapat mencakup sumber daya alam di luar batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy dengan mempertimbangkan kepentingan nasional serta stabilitas ekonomi.
Melalui penguatan kerja sama dengan mitra global, pemerintah berupaya menghubungkan potensi sumber daya Indonesia dengan akses modal, teknologi, dan pengembangan infrastruktur. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat proses hilirisasi sehingga mineral Indonesia tidak hanya menjadi komoditas mentah, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.
Penguatan sektor mineral juga menjadi bagian dari agenda Danantara untuk mendorong investasi strategis jangka panjang yang dapat menciptakan lapangan kerja, inovasi, dan daya saing Indonesia di pasar global.
Dengan semakin terbukanya kerja sama internasional, pemerintah menempatkan sektor mineral sebagai salah satu fondasi penting dalam mendorong industrialisasi dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
