Prabowo Percepat IEU-CEPA, Pemerintah Buka Peluang Produk Indonesia Tembus Pasar Eropa

Presiden Prabowo Subianto

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta proses penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) segera dituntaskan. Percepatan kesepakatan dagang ini diharapkan dapat memperluas akses produk Indonesia ke pasar Eropa sekaligus membuka peluang peningkatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat bersama sejumlah menteri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden meminta agar proses IEU-CEPA segera diselesaikan.

Saat ini, pemerintah tengah menyelesaikan kelengkapan dokumen IEU-CEPA dalam bahasa Inggris untuk selanjutnya diproses di Parlemen Eropa. Setelah tahapan tersebut, Indonesia akan melanjutkan proses ratifikasi melalui mekanisme yang berlaku di dalam negeri.

Perluas Akses Produk Indonesia ke Eropa

IEU-CEPA merupakan perjanjian kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa yang telah melalui proses perundingan selama hampir satu dekade. Pemerintah menyebut kesepakatan ini dapat memperkuat akses pasar, perdagangan, investasi, serta kerja sama ekonomi kedua pihak.

Salah satu manfaat yang diproyeksikan dari implementasi IEU-CEPA adalah penghapusan tarif perdagangan pada sekitar 98 persen pos tarif. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan akses yang lebih luas bagi produk ekspor Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di pasar Eropa.

Dengan terbukanya akses pasar yang lebih luas, pelaku usaha Indonesia berpeluang memperluas pasar ekspor ke negara-negara Uni Eropa. Kesepakatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong diversifikasi perdagangan serta memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan kawasan Eropa.

Pemerintah Kejar Implementasi Awal 2027

Pemerintah menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat diselesaikan pada semester II 2026 sehingga perjanjian tersebut dapat mulai diterapkan pada awal 2027. Percepatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan manfaat kesepakatan dagang dapat segera dimanfaatkan oleh dunia usaha Indonesia.

Selain proses ratifikasi, komunikasi dengan pihak Uni Eropa juga terus dilakukan. Airlangga menyampaikan bahwa Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maroš Šefčovič direncanakan berkunjung ke Indonesia. Pimpinan Uni Eropa juga direncanakan datang ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026.

Percepatan penyelesaian IEU-CEPA menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas pasar ekspor Indonesia. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, implementasi kesepakatan pada awal 2027 akan membuka ruang yang lebih besar bagi produk dan pelaku usaha Indonesia untuk memperkuat kehadirannya di pasar Uni Eropa.