Pemerintah Bersiap Tindak Tegas Mafia Beras, Temuan Anomali Segera Diungkap

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman

JAKARTA – Pemerintah bersiap mengambil langkah tegas terhadap praktik anomali di sektor perberasan yang dinilai merugikan masyarakat. Temuan terkait ketidaksesuaian pada sejumlah produk beras disebut akan segera diumumkan sebagai bagian dari upaya menjaga perlindungan konsumen dan tata kelola pangan nasional.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah telah menemukan adanya ketidaksesuaian pada produk beras khusus. Pemerintah memastikan temuan tersebut akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat.

“Kami hajar! Kami pertaruhkan segalanya, sudah siap lahir batin,” ujar Amran dalam keterangannya yang dikutip Senin (14/9/2026).

Amran mencontohkan temuan terkait beras fortifikasi yang menurutnya dipasarkan dengan harga jauh di atas harga yang seharusnya. Salah satu produk disebut dijual hingga Rp56.000 per kilogram, sementara harga yang disebutnya sekitar Rp13.000 per kilogram.

Temuan tersebut, kata Amran, telah masuk ke tahap pemeriksaan laboratorium. Ia menilai adanya perbedaan antara informasi yang melekat pada produk dengan kondisi sebenarnya dapat merugikan konsumen.

Menurut Amran, praktik semacam itu berpotensi memberikan keuntungan sepihak kepada pelaku, sementara masyarakat sebagai konsumen harus membayar produk dengan harga yang lebih tinggi.

Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk menertibkan sektor perberasan dan memastikan masyarakat memperoleh produk pangan sesuai dengan informasi serta harga yang semestinya.