Keluarga ASN Asal Rote Ndao Dihubungi Pelaku Usai Penembakan di Jayawijaya

Jenazah wili Mbuik saat tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura

JAKARTA – Tragedi yang menimpa Wili Mbuik, aparatur sipil negara (ASN) asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Wili meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan kelompok bersenjata di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Kesedihan keluarga semakin bertambah karena setelah kejadian tersebut, telepon genggam milik Wili diketahui berada di tangan pelaku. Ponsel tersebut kemudian digunakan untuk menghubungi pihak keluarga korban di Rote Ndao.

Tante Wili, Selfi Mbuik, menceritakan bahwa pelaku mengambil telepon genggam korban setelah Wili ditembak. Dari perangkat tersebut, pelaku membuka WhatsApp dan mencari kontak keluarga yang tersimpan di dalamnya.

Salah satu anggota keluarga yang kemudian dihubungi adalah Minto Mbuik, kakak kandung Wili. Pelaku disebut melakukan panggilan video menggunakan telepon genggam milik korban.

“Setelah mereka tembak anak kami sampai meninggal, mereka lalu ambil HP. Mereka buka WhatsApp dan nomor telepon keluarga di Rote,” ujar Selfi kepada Kompas.com, Kamis (10/9/2026).

Jenazah Wili telah dipulangkan dari Papua Pegunungan. Pada Kamis siang, jenazah tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, sebelum selanjutnya diproses untuk dibawa kembali ke daerah asalnya di NTT.

Bagi keluarga di Rote Ndao, kepulangan jenazah Wili menjadi momen penuh duka setelah mereka menerima kabar mengenai kematian anggota keluarganya tersebut.

Peristiwa penembakan ini kembali menjadi perhatian karena terjadi di wilayah Papua Pegunungan yang masih menghadapi ancaman kelompok bersenjata.